Khazanah   Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H melalui Sidang Isbat 2026 Umum   Pawai Obor Terangi Malam Buol, Warga Antusias Sambut Ramadhan 1447 H Pemda Buol   Pemkab Buol Terima Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira, Perkuat Kolaborasi Pembangunan dan Ketahanan Daerah Pemda Buol   Hari Desa Nasional 2026: Pemkab Buol Perkuat Peran Desa sebagai Motor Pembangunan Pemda Buol   Pemkab Buol Tingkatkan Sinergi dengan LAN RI untuk Pengembangan Kapasitas ASN dan Inovasi Pemerintahan Pemda Buol   Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira di Koramil 1305-05 Biau, Kabupaten Buol Umum   Wakil Bupati Buol Tutup MTQ XII dan Tetapkan Tuan Rumah MTQ XIII Politik   Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Secara Maksimal untuk Percepatan Pembangunan Sumatera Hukum   KPK Jadwalkan Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Perkara yang Ditangani Olahraga   Indonesia Tambah 9 Emas, Posisi Klasemen Medali SEA Games 2025 Menguat

Selebaran Ceramah Berbayar di Masjid Viral, Netizen Pertanyakan Komersialisasi Rumah Ibadah

Umum  15 November 2025
Selebaran Ceramah Berbayar di Masjid Viral, Netizen Pertanyakan Komersialisasi Rumah Ibadah
Marlon Intam

Belakangan ini beredar selebaran ceramah bertajuk “Hijrah Itu Jalan Pulang dari Gelap Menuju Cahaya” yang akan digelar di Masjid Agung Kabupaten Buol. Selebaran tersebut mencantumkan tiket VIP Rp200.000 dan Reguler Rp100.000 dengan berbagai fasilitas tambahan. Di dalam gambar juga terpampang dukungan Pemerintah Kabupaten Buol lengkap dengan Logo Pemda.

 

Poster itu langsung menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Banyak warganet mempertanyakan kewajaran kegiatan keagamaan berbayar di dalam masjid. Sebagian dari mereka menuliskan kritik tegas seperti,



Sebagian masyarakat menegaskan bahwa masjid adalah ruang publik umat Islam tanpa batas ekonomi. Mereka menilai penjualan tiket dapat menimbulkan kesan bahwa akses terhadap ilmu agama hanya bagi yang mampu membayar. Kritik ini mencerminkan kepekaan masyarakat terhadap fungsi sosial masjid sebagai fasilitas ibadah terbuka.

 

Diskusi kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai batasan penggunaan masjid untuk kegiatan berbayar. Banyak warganet menilai bahwa memilih masjid sebagai lokasi acara berbayar adalah keputusan yang tidak tepat. Mereka menekankan bahwa tempat lain dapat digunakan tanpa menciptakan polemik.

 

Ada juga pihak yang membela penyelenggara dengan alasan kebutuhan biaya sumbangan masjid. Mereka menganggap acara pengembangan diri wajar jika dikenakan biaya. Namun pandangan ini tetap tidak menjawab pertanyaan publik mengapa lokasi non-masjid tidak dipilih.

 

Fenomena ini menunjukkan perlunya regulasi yang jelas tentang penggunaan masjid untuk kegiatan yang melibatkan transaksi. Masyarakat membutuhkan panduan agar rumah ibadah tidak diposisikan sebagai ruang komersial. Hal ini penting untuk menjaga fungsi masjid tetap sebagai tempat ibadah dan pembelajaran yang inklusif tanpa membedakan kemampuan ekonomi.

#viral #masjid #ceramah

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Joni
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #hukum #indonesia #politik #internasional #sulteng #paleleh #guru #pemprov #pilihan #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #hgn #edisihgn2025 #timnas #kpk #sorotan #info #prabowo #presiden #pgri #pahlawan #masjid #seagames2025 #karikatur #duka #teknologi #sains #psdku #liga #mtq #dprd #asia #polisi #asn #nusantara
Info

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok