Upah di Singapura diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai S$6.000 per bulan pada 2026, atau sekitar Rp 77 juta jika dikonversi ke rupiah. Angka ini jauh melampaui standar upah minimum di Indonesia, yang pada sebagian besar provinsi masih berada di kisaran Rp 5–8 juta per bulan. Perbedaan ini menegaskan kesenjangan besar antara daya beli dan kompensasi pekerja di kedua negara.
Kenaikan upah di Singapura juga didorong oleh regulasi yang mengatur gaji minimum bagi pekerja asing. Pada 2025, pekerja asing dengan izin kerja harus menerima setidaknya S$5.600 per bulan, atau sekitar Rp 67,6 juta. Kebijakan ini ditujukan agar pekerja memenuhi syarat visa kerja dan mampu menutupi biaya hidup yang tinggi di negara tersebut.
Berbeda dengan Indonesia, sistem upah di Singapura tidak menggunakan angka UMR tunggal untuk seluruh pekerja. Pemerintah menerapkan model seperti Progressive Wage Model (PWM), yang menyesuaikan upah dengan sektor industri, tingkat keterampilan, dan pengalaman kerja. Sistem ini memungkinkan pekerja lokal maupun asing mendapatkan kompensasi sesuai kontribusi dan kebutuhan hidup mereka.
Bagi pekerja dari luar negeri, termasuk Indonesia, angka upah di Singapura memang sangat menarik. Namun, biaya hidup di negara ini juga termasuk tinggi, terutama untuk sewa tempat tinggal, transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, perhitungan realistis tetap dibutuhkan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Sementara itu, di Indonesia, UMR masih terus mengalami penyesuaian tiap tahun, tetapi selisihnya dengan potensi pendapatan di Singapura tetap signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan UMR, daya beli pekerja Indonesia masih jauh di bawah standar negara maju.
Kesimpulannya, estimasi upah Singapura Rp 77 juta per bulan pada 2026 menjadi daya tarik tersendiri bagi pekerja internasional. Namun, untuk benar-benar menikmati keuntungan tersebut, pekerja harus siap menghadapi biaya hidup tinggi dan peraturan ketat yang berlaku di negara itu.
#ekonomi #indonesia #singapura #bisnis
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.