Khazanah   Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H melalui Sidang Isbat 2026 Umum   Pawai Obor Terangi Malam Buol, Warga Antusias Sambut Ramadhan 1447 H Pemda Buol   Pemkab Buol Terima Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira, Perkuat Kolaborasi Pembangunan dan Ketahanan Daerah Pemda Buol   Hari Desa Nasional 2026: Pemkab Buol Perkuat Peran Desa sebagai Motor Pembangunan Pemda Buol   Pemkab Buol Tingkatkan Sinergi dengan LAN RI untuk Pengembangan Kapasitas ASN dan Inovasi Pemerintahan Pemda Buol   Kunjungan Kerja Pangdam XXIII/Palakawira di Koramil 1305-05 Biau, Kabupaten Buol Umum   Wakil Bupati Buol Tutup MTQ XII dan Tetapkan Tuan Rumah MTQ XIII Politik   Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Secara Maksimal untuk Percepatan Pembangunan Sumatera Hukum   KPK Jadwalkan Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Perkara yang Ditangani Olahraga   Indonesia Tambah 9 Emas, Posisi Klasemen Medali SEA Games 2025 Menguat

Kontroversi Komersialisasi Masjid dan Sikap Pemerintah yang Kian Memperkeruh Kepercayaan Publik

Umum  19 November 2025
Kontroversi Komersialisasi Masjid dan Sikap Pemerintah yang Kian Memperkeruh Kepercayaan Publik
(Screenshot Diskominfo Buol)

Kontroversi pemanfaatan masjid sebagai tempat ceramah berbayar masih terus berlangsung dan memicu keresahan publik. Masyarakat mempertanyakan bagaimana rumah ibadah yang suci justru dijadikan arena bisnis dengan sistem tiket. Praktik ini dianggap melanggar kesakralan masjid yang tidak selayaknya dikomersialisasi.



Baca : Selebaran Ceramah Berbayar di Masjid Viral, Netizen Pertanyakan Komersialisasi Rumah Ibadah

 

Kondisi semakin keruh ketika pemerintah daerah ikut memfasilitasi podcast terkait kegiatan tersebut. Langkah ini dinilai tidak peka terhadap kritik masyarakat yang mempertanyakan etika kegiatan berbayar di masjid. Alih-alih meredakan polemik, pemerintah justru terkesan menormalisasi praktik yang menuai penolakan luas.



Baca: Live Podcast tentang Persiapan Tabliq Akbar" Hijrah itu Jalan Pulang Dari Gelap Menuju Cahaya

 

Pemerintah seharusnya menjadi penengah yang menjaga nilai publik, bukan bagian dari agenda yang tengah dipersoalkan warga. Sikap bijak yang diharapkan adalah menjaga jarak, menyimak suara masyarakat, dan memastikan masjid tetap pada fungsi ibadahnya. Namun yang terlihat adalah pemerintah justru mengabaikan kritik dan memilih terlibat seolah masalah itu tidak penting.

 

Polemik ini menegaskan bahwa persoalan tidak berhenti pada tiket atau ceramah semata. Yang dipertaruhkan adalah marwah masjid, sensitivitas sosial, dan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga harmoni umat. Ketika pemerintah mengambil posisi yang dipertanyakan, kepercayaan masyarakat pun ikut terkikis.

 

Sangat disayangkan bahwa isu ini seharusnya dapat ditangani dengan dialog bijak namun justru melebar akibat langkah pemerintah yang keliru membaca situasi. Keterlibatan pemerintah dalam kegiatan kontroversial hanya memperdalam kekecewaan publik. Situasi ini menuntut pemerintah untuk lebih peka, lebih berhati-hati, dan lebih berpihak pada kepentingan umat.


#masjid #buol

  • Penulis: Hariyanto S. Auna
  • Editor: Nuriyati Hamzah
Populer

Kategori

Kata Kunci

#nasional #buol #pemda #olahraga #bola #ekonomi #pendidikan #hukum #indonesia #politik #internasional #sulteng #paleleh #guru #pemprov #pilihan #pariwisata #wisata #bencana #islam #sumatra #bisnis #khazanah #laut #pantai #bupati #hgn #edisihgn2025 #kpk #timnas #sorotan #info #prabowo #presiden #pgri #pahlawan #seagames2025 #masjid #karikatur #duka #teknologi #sains #psdku #liga #mtq #dprd #asia #polisi #nusantara #asn
Info

Kontribusi Berita & Opini

Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!

Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.


Format Naskah:
Microsoft Word (.doc / .docx)
✉️ redaksidibuol@gmail.com

Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis, tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.




Editorial →


f X IG IG TikTok