Shalat Dhuha adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dikerjakan di pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum waktu dzuhur. Banyak muslim percaya bahwa amalan ini membawa berkah dan keuntungan, baik secara spiritual maupun duniawi.
Salah satu keutamaan utama Shalat Dhuha adalah menjadikannya sebagai pengganti sedekah untuk setiap persendian tubuh. Dengan melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha, seseorang dianggap telah “bersedekah” lewat tubuhnya — sebuah kemudahan dibanding menjalankan sedekah fisik untuk 360 persendian.
Selain itu, Shalat Dhuha dipercaya dapat membuka pintu rezeki dan mencukupi kebutuhan hidup hingga sore hari. Amalan ini rutin dianggap sebagai jalan bagi umat Islam untuk memohon kemudahan dan keberkahan dalam rezeki.
Shalat Dhuha juga punya dampak positif bagi jiwa dan keyakinan individu. Ibadah pagi ini membantu menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat hidup. Dengan begitu, hati dan pikiran bisa merasa lebih tenang dan tenteram.
Dari sisi akhirat, rutin melaksanakan Shalat Dhuha dipercaya mendapat pahala besar dan ganjaran yang mulia. Amalan ini bahkan disebut sebagai investasi amal cadangan, terutama jika seseorang merasa kurang dalam menjalankan ibadah wajib. Oleh karena itu, bagi banyak Muslim, Shalat Dhuha adalah wujud komitmen memperbaiki diri dan amal ibadah.
Dengan beragam keutamaan tersebut, Shalat Dhuha dapat menjadi salah satu ibadah harian yang membawa berkah dunia dan akhirat. Amalan ini relatif ringan, hanya membutuhkan dua rakat, sehingga bisa dijadikan bagian dari rutinitas pagi setiap Muslim. Mudah dilakukan, namun manfaatnya mendalam bagi kehidupan sehari‑hari dan spiritualitas.
Sumber: republika.co.id
#khazanah #sholat #islam #dhuha
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.