Indonesia mendapat sanksi dari International Olympic Committee (IOC) akibat penolakan terhadap atlet berdasarkan kebangsaan. Sanksi ini menjadi sorotan serius bagi tata kelola olahraga nasional. Pemerintah harus segera mengevaluasi dan menata ulang sistem olahraga secara menyeluruh.
Larangan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional menghentikan peluang Indonesia menggelar event besar. Infrastruktur dan persiapan yang sudah dibuat harus ditinjau ulang. Perlu langkah cepat agar kepercayaan dunia olahraga bisa pulih.
Transparansi dan prosedur adil harus diterapkan dalam semua aspek olahraga. Seleksi atlet dan izin pertandingan perlu aturan yang jelas tanpa diskriminasi. Perbaikan hukum dan norma olahraga menjadi prioritas agar kesalahan serupa tidak terulang.
Pembinaan dan pengembangan atlet tidak boleh berhenti walau reputasi sedang diuji. Fasilitas, pelatihan, dan support bagi atlet harus tetap dijalankan. Tujuannya agar prestasi nasional tetap terjaga meski tengah menghadapi sanksi.
Masyarakat harus ikut mengawasi dan mendukung perbaikan dunia olahraga. Keterbukaan informasi dan partisipasi publik menjadi kunci membangun kembali kepercayaan. Kolaborasi semua pihak bisa menjadikan pondasi olahraga lebih kuat, adil, dan profesional.
Sanksi IOC bukan akhir, melainkan momentum untuk reformasi. Perbaikan sistemik dan budaya olahraga bisa menjadikan Indonesia lebih siap menghadapi kompetisi internasional. Sekarang saatnya menata ulang rumah olahraga secara menyeluruh.
#olimpiade #indonesia #olahraga
Ayo ikut berkontribusi untuk Buol melalui tulisan!
Kirimkan naskah berita atau opini terbaik Anda kepada kami.
Cantumkan subjek email: BERITA atau OPINI.
Semua naskah akan melalui proses seleksi dan penyuntingan sebelum diterbitkan.
Tidak dipungut biaya publikasi.
Semua tulisan dikirim melalui email resmi redaksi dan diterima langsung dari penulis,
tanpa melalui perantara atau atas nama tim manapun.
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengubah substansi.