Revitalisasi 16 Ribu Sekolah: Pemerintah Tekankan Pendidikan Layak Tahun Ini
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan program revitalisasi sekitar 16 ribu sekolah selesai pada akhir 2025. Target tersebut mencakup berbagai jenjang dari PAUD hingga SMA, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Program ini juga didorong oleh komitmen untuk memperbaiki sarana belajar di seluruh Indonesia.
Per 15 Oktober 2025, sekitar 15.929 sekolah telah menjalani revitalisasi, atau mencapai sekitar 98,7% dari target 16.140 sekolah. Angka ini menunjukkan bahwa program telah berjalan dengan kemajuan tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah optimis bahwa sisa proses perbaikan—termasuk pembangunan fisik dan administrasi—bisa dituntaskan menjelang akhir tahun.
Salah satu fokus dari revitalisasi ini adalah memperbaiki sarana belajar agar lebih nyaman dan aman bagi siswa. Pemerintah menekankan bahwa lingkungan belajar layak adalah bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kemendikdasmen juga menggandeng sekolah dan masyarakat setempat melalui mekanisme swakelola, untuk mempercepat pelaksanaan dan memberikan kontrol lebih pada komunitas sekolah.
Selain bangunan fisik, pemerintah menyediakan dukungan anggaran besar: total alokasi untuk revitalisasi sekolah tahun 2025 mencapai Rp 16,9 triliun. Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung program digitalisasi pendidikan seperti penyediaan smart classroom, sebagai bagian dari upaya modernisasi sekolah.
Pihak Kementerian menyambut baik respons dari daerah dan sekolah banyak sekolah telah menyelesaikan administrasi dan menandatangani perjanjian kerja sama. Dengan ini, Kemendikdasmen optimis bahwa target revitalisasi nasional bisa tercapai secara menyeluruh sesuai jadwal.
Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah daerah dan pemangku kepentingan. Mereka berharap fasilitas sekolah yang diperbarui akan meningkatkan kualitas belajar mengajar serta memberi lingkungan lebih layak bagi siswa di seluruh Indonesia.
Sumber: TVRI News
- Penulis: Randi Adam
- Editor: Hariyanto S. Auna
Belum ada komentar
đź’¬ Tinggalkan Komentar
Silakan login untuk komentar
🔑 Masuk dengan Google