Pengaruh Game Online terhadap Karakter Anak: Peran Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Positif
Perkembangan teknologi digital membuat game online semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Selain menjadi sarana hiburan, permainan digital juga dapat memengaruhi kebiasaan, pengendalian emosi, dan perilaku sosial anak. Karena itu, penggunaan game online perlu mendapat perhatian dari orang tua dan lingkungan pendidikan.
Penelitian Adam Lobel dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Youth and Adolescence pada 2017 menemukan bahwa hubungan antara bermain video game dan perkembangan psikososial anak bergantung pada pola serta intensitas bermain. Penelitian longitudinal terhadap 194 anak berusia sekitar 7–11 tahun menunjukkan bahwa frekuensi bermain berkaitan dengan peningkatan masalah emosional. Pada anak yang bermain sekitar delapan jam atau lebih per minggu, permainan kompetitif juga berpotensi berkaitan dengan penurunan perilaku prososial, seperti kecenderungan membantu dan memperhatikan orang lain.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan bermain game online perlu diperhatikan karena karakter anak berkembang melalui interaksi sehari-hari, termasuk saat bermain. Namun, hasil penelitian ini tidak berarti semua game online berdampak buruk. Pengaruhnya dapat berbeda berdasarkan jenis permainan, intensitas bermain, dan karakteristik anak.
Untuk mencegah dampak negatif, orang tua perlu menetapkan batas waktu bermain, memilih permainan sesuai usia, serta mendampingi anak dalam memahami perilaku yang muncul selama bermain. Anak juga perlu didorong untuk menyeimbangkan aktivitas digital dengan belajar, berolahraga, berinteraksi dengan teman, dan membantu keluarga.
Pada akhirnya, game online bukan satu-satunya faktor yang menentukan pembentukan karakter anak. Pendampingan keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial tetap berperan penting dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab, empati, serta pengendalian diri.
Kesimpulan: Game online dapat menjadi hiburan sekaligus sarana belajar, tetapi penggunaannya perlu diarahkan agar tidak mengganggu perkembangan emosional dan sosial anak. Peran aktif orang tua menjadi kunci untuk membangun kebiasaan digital yang sehat.
Referensi Jurnal
Lobel, A., Engels, R. C. M. E., Stone, L. L., Burk, W. J., & Granic, I. (2017). Video Gaming and Children’s Psychosocial Wellbeing: A Longitudinal Study. Journal of Youth and Adolescence, 46, 884–897.
- Penulis: Hariyanto S. Auna
- Editor: Hariyanto S. Auna
Belum ada komentar
đź’¬ Tinggalkan Komentar
Silakan login untuk komentar
🔑 Masuk dengan Google